Terhenyak ku sesaat
Kaget dan sedih bercampur
Saat ku mendengar kata katanya
Perasaan tak terduga dan kasihan
Termenung ku sendiri
Berpikir dan menelaah
Apa yang telah terjadi ?
Apa salahnya pada mu ?
Tidak...jangan khawatir
Aku tak sakit hati padanya
Aku pun tak dendam padanya
Hanya kesedihan menyerbu dalam relung hatiku
Kemanakah kebersamaan itu ?
Tak ada kah kasih dalam hatimu ?
Hanya ketakutan dan dengki
Yang menyelimuti pikiranmu
Sungguh aku kasihan
Kenapa disaat zaman telah berganti
Ternyata...
Masih ada manusia terbelakang seperti dirinya
Rabu, Juli 23
Kamis, Juli 10
Bingung
Pikiranku tak menentu
Langkahku pun gamang
Hati ini goyah tak tergenggam
Bagai dalam pusaran badai
Apa yang harus kulakukan
Tuk memulai lagi hidupku
Langkah ini tak boleh terhenti
Karena impian masih panjang terbentang
Ku larut dalam renungan
Mencoba mencari suatu petunjuk
Mencoba memecah satu rahasia alam
Mencoba berdamai dengan kerasnya kehidupan
Ku pejamkan mata
Berserah diri pada Sang Pencipta
Hanyut dalam untaian doa
Meraih harapan yang baru
Langkahku pun gamang
Hati ini goyah tak tergenggam
Bagai dalam pusaran badai
Apa yang harus kulakukan
Tuk memulai lagi hidupku
Langkah ini tak boleh terhenti
Karena impian masih panjang terbentang
Ku larut dalam renungan
Mencoba mencari suatu petunjuk
Mencoba memecah satu rahasia alam
Mencoba berdamai dengan kerasnya kehidupan
Ku pejamkan mata
Berserah diri pada Sang Pencipta
Hanyut dalam untaian doa
Meraih harapan yang baru
Jumat, Juni 6
Kangen
Kupejamkan mata...
Kutengadahkan kepala
Hanya kau yang ada dibenakku
Terus menari dalam senyuman
Hampa kurasa ruangan ini tanpamu
Sunyi terasa tanpa kehadiranmu
Ku duduk diam dan gelisah
Tak tahu apa yang kulakukan
Apa yang terjadi padaku ?
Hingga hati ini tak tentram
Perasaan ini kacau tak menentu
Pikiran terasa kalut tanpa tujuan
Kuresapi khayalanku tentang dirimu
Seraut senyum muncul pada wajahku
Sebercak bahagia hadir dikalbuku
Bagai taman bunga dalam sanubariku
Kubuka mata dan kusadari
Ternyata....
Aku sangat merindukanmu sayang.....
Kutengadahkan kepala
Hanya kau yang ada dibenakku
Terus menari dalam senyuman
Hampa kurasa ruangan ini tanpamu
Sunyi terasa tanpa kehadiranmu
Ku duduk diam dan gelisah
Tak tahu apa yang kulakukan
Apa yang terjadi padaku ?
Hingga hati ini tak tentram
Perasaan ini kacau tak menentu
Pikiran terasa kalut tanpa tujuan
Kuresapi khayalanku tentang dirimu
Seraut senyum muncul pada wajahku
Sebercak bahagia hadir dikalbuku
Bagai taman bunga dalam sanubariku
Kubuka mata dan kusadari
Ternyata....
Aku sangat merindukanmu sayang.....
Jumat, April 18
Janjiku.....
Satu kehidupan baru kan hadir
Akulah yang akan menjadi jalan
Seharusnya ini topik bahagia
Tetapi nelangsa yang kudapat
Pedih terasa bathin
Ingin sanubari menjerit
Dosa besar apakah aku ?
Hingga perih datang tak terkira
Kuusap lembut perut ini
Masih datar tampak disana
Belum kurasakan gerakan
Apalagi suara nan polos
Anakku sayang...
Betapa ibumu ingin menangis tanpa henti
Betapa sakitnya jiwa ibumu ini
Tapi aku sangat menyayangimu nak...
Walau Dia hidup dalam dunianya
Walau hanya berpacu dengan impiannya
Aku berjanji padamu anakku...
Janji yang akan ku buktikan
Cintaku akan memenuhi setiap ruang kosong
dalam hidupmu.....
Akulah yang akan menjadi jalan
Seharusnya ini topik bahagia
Tetapi nelangsa yang kudapat
Pedih terasa bathin
Ingin sanubari menjerit
Dosa besar apakah aku ?
Hingga perih datang tak terkira
Kuusap lembut perut ini
Masih datar tampak disana
Belum kurasakan gerakan
Apalagi suara nan polos
Anakku sayang...
Betapa ibumu ingin menangis tanpa henti
Betapa sakitnya jiwa ibumu ini
Tapi aku sangat menyayangimu nak...
Walau Dia hidup dalam dunianya
Walau hanya berpacu dengan impiannya
Aku berjanji padamu anakku...
Janji yang akan ku buktikan
Cintaku akan memenuhi setiap ruang kosong
dalam hidupmu.....
Langganan:
Postingan (Atom)